RINGKASAN
1. Pasar berekspektasi bahwa Federal Reserve akan memotong suku bunga setidaknya setengah persen untuk menenangkan krisis kredit global yang mengancam ekonomi.
2. Kepercayaan konsumen AS anjlok ke level terendahnya seiring jatuhnya bursa saham dan ketatnya akses kredit perbankan.
3. Singapura menghadapi "penurunan ekonomi lebih lanjut'' akibat perlambatan global yang mengancam sektor manufaktur, belanja konsumen dan pariwisata.
4. Emas menguat dipicu oleh melemahnya dolar, dan pulihnya bursa saham, serta kenaikan harga minyak.
Pasar Bertaruh Akan Pemotongan Suku Bunga Fed
Federal Reserve sedang memulai pertemuan dua harinya kemarin dimana pasar berekspektasi bahwa akan ada pemotongan suku bunga setidaknya setengah persen untuk menenangkan krisis kredit global yang mengancam ekonomi. Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengumumkan kebijakannya pada Kamis pagi pukul 01.15 WIB. Sepuluh dari 14 perusahaan obligasi terbesar yang disurvei Reuters memprediksikan bank sentral akan menurunkan federal funds rate sebesar 50 basis poin menjadi 1%. Ini akan menjadi suku bunga terendah sejak Juni 2004 ketika Fed sedang berperang melawan deflasi, yang juga berpotensi menjadi ancaman saat ini. Pasar keuangan futures bahkan menunjukkan hasil yang lebih suram, dimana ada 44 persen kemungkinan Fed akan memangkas suku bunga 75 basis poin, level terendah sejak Juli 1958. Sementara itu, tingkat penjualan surat berharga perusahaan untuk jangka panjang melonjak 10 kali lipat setelah Federal Reserve turut serta membeli obligasi perusahaan, pertanda bahwa usaha bank sentral mungkin berhasil untuk memulihkan pasar. Perusahaan kemarin menjual 1,500 obligasi senilai $67.1 M dengan tenor 80 hari, lebih tinggi dari 340 obligasi senilai $6.7 M pada miggu lalu, menurut data yang dipublikasikan Fed. Banyak obligasi yang diserap oleh Fed, kata Adolfo Laurenti, ekonom senior di Mesirow Financial Inc. Fed mulai membeli surat berharga komersil perusahaan kemarin untuk menurunkan suku bunga, memulihkan kepercayaan investor dan perbankan, yang sebelumnya terhenti menyusul bangkrutnya Lehman Brothers Holdings Inc. General Electric Co., telah mulai menjual obligasinya kepada Fed kemarin, sementara Korea Development Bank dan Morgan Stanley merupakan sebagian dari sekelompok perusahan yang akan melakukan hal yang sama. Di lain benua, surat kabar harian Nikkei menuliskan bahwa BoJ sedang mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk mendorong ekonomi Jepang.
Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat Anjlok ke Rekor Rendahnya
Kepercayaan konsumen Amerika anjlok ke level terendahnya di bulan Oktober seiring jatuhnya bursa saham dan ketatnya akses kredit perbankan, yang semakin meningkatkan resiko turunnya anggaran belanja masyarakat. Indeks kepercayaan konsumen turun ke 38, dibawah perkiraan dan level terendah sejak rilis tahun 1967. Laporan terpisah lainnya menunjukan nilai perumahan di Amerika kembali turun untuk bulan Agustus. Pendapatan rumah tangga terus berkurang akibat anjloknya indeks S&P 500 ke level terendah 70 tahun, jatuhnya equitas rumah tangga dan naiknya klaim pengangguran. Buruknya pandangan ini memberikan pertanda bahwa pengeluaran rumah tangga, yang berkontribusi lebih dari dua-per-tiga periode ekonomi, akan kembali jatuh, seiring melemhnya ekonomi AS. “Perekonomian tampaknya akan mengalami kontraksi dengan cepat,” kata Lewis Alexander, kepala ekonom Citigroup Global Markets Inc. di New york. “Sudah jelas kalau konsumen terimbas oleh fluktuasi yang kita lihat dalam 6 minggu terakhir.”
Ekonomi Singapura Hadapi Penurunan Lebih Lanjut
Ekonomi Singapura, yang telah memasuki resesi kuartal lalu, menghadapi ``penurunan lebih lanjut'' akibat perlambatan global yang mengancam sektor manufaktur, belanja konsumen dan pariwisata, menurut bank sentral negara tersebut. Ekonomi Asia Tenggara, yang diperkirakan tumbuh 3% di tahun 2008, kemungkinan akan terus tumbuh dibawah ``angka potensial'' nya tahun depan dan pemulihan di akhir 2009 akan bergantung pada prospek global, menurut Otoritas Moneter Singapura dalam review duatahunannya. ``Seraya krisis finansial meningkat lebih luas dan diperparah lagi oleh penyusutan aktivitas ekonomi di seluruh dunia, akan ada efek pukulan yang signifikan untuk Singapura, akibat besarnya kontribusi permintaan eksternal,'' katanya. ``Ancaman yang dihadapi ekonomi Singapura saat ini adalah berlanjutnya penurunan pertumbuhan ekonomi.''
Emas Menguat Akibat Melemahnya Dolar dan Tangguhnya Harga Minyak
Emas menguat ke $748.50, dipicu oleh melemahnya dolar dan pulihnya bursa saham, serta kenaikan harga minyak yang meningkatkan daya tarik logam mulia ini. Pergerakan emas banyak dipengaruhi oleh dolar AS, kata trader senior Commerzbank Michael Kempinski, yang juga menambahkan bahwa kejatuhan emas belakangan ini disebabkan kurangnya daya tarik “keamanan” komoditas tersebut. "Pembelian fisik cukup banyak di kisaran harga $700 per ons," katanya. Trader juga menunggu keputusan suku bunga FOMC AS. Bursa saham Wall Street dibuka menguat, sementara bursa Eropa berhasil mengembalikan kerugian yang dideritanya selama lima hari kejatuhan. Pulihnya equitas juga mendukung emas, dimana investor tidak terlalu terpaksa untuk menjual logam mulia ini untuk menutupi kerugian di bursa saham. Harga minyak juga naik lebih dari $1 ke $64.83 per barel, mengikuti rebound-nya bursa saham.
Suku Bunga di Pasar Uang Eropa Turun Terkait Suntikan Dana Bank Sentral Regional
Biaya pinjaman di Eropa turun seiring suntikan dana oleh beberapa bank sentral regional untuk mencairkan pinjaman dana antar bank di Eropa. Penawaran bunga pinjaman eropa (Euribor) untuk periode 3 bulan turun 5 basis poin ke 4.86 persen hari ini, level terendah sejak Mei 29. “Perubahan Libor menunjukan kemajuan yang berarti,” ujar Lauren Mutkin, kepala strategi di Morgan Stanley. “Perbaikan akan terus terjadi di pasar finansial.” Kemarin bank sentral Inggris menawarkan dana bantuan $10 milyar pada beberapa institusi finansial, setelah menyuntikan $3 milyar sehari sebelumnya.
Sistem Perbankan Sudah Stabil, Namun Resiko Masih Mengancam – Ujar BoE
Intervensi global akan menstabilkan sistem perbankan namun akan membatasi aktivitas perbankan, ujar pihak bank sentral Inggris (BoE) di hari Selasa, enam bulan setelah mengharapkan pemulihan kepercayaan di pasar finansial. Dalam laporan Stabilitas Finansial tahunannya, BoE juga mengatakan kerugian yang ada kemungkinannya berada dibawah perkiraan sebelumnya, mencermati poin penting yang mereka rilis pada laporan bulan April lalu sebelum kehancuran kredit berubah menjadi krisis finansial terburuk sepanjang sejarahnya. “Intervensi pemerintah dan bank sentral akan membantu stabilisasi sistem perbankan di periode mendatang,” ujar BoE.
Jepang Menepis Spekulasi Pemangkasan Bunga
Menteri ekonomi Jepang Kaoru Yosano menepis spekulasi pemangkasan suku bunga, dengan alasan bahwa penurunan suku bunga yang cukup rendah di level 0.5 persen hanya akan memberikan imbas kecil pada mata uang dan perekonomian Jepang. Yen telah menguat 20 persen pada bulan Oktober seiring aksi investor melepaskan carry trades. “Penguatan yen belakangan ini sangat mengesankan, namun tidak menggambarkan keadaan fundamental Jepang. Ini disebabkan oleh efek carry trade yen dan gencarnya aksi jual dana investasi,” ujar Yosano pada konfrensi persnya setelah pertemuan kabinet.
Nikkei Menguat 6.4% Setelah Menyentuh Level Rendah 26 Tahunnya
Nikkei naik 6.4 persen di hari Selasa, dipicu penguatan saham eksportir seperti Honda Motor dan didukung pula oleh pelemahan yen, namun perdagangan masih sangat fluktuatif dimana Nikkei menyentuh level di bawah 7,000 untuk pertama kalinya sejak 26 tahun. “Kami tidak dapat mengatakan di poin berapa pasar akan berhenti turun akibat besarnya aksi jual investor,” kata Yoshinori Nagano, kepala strategi di Daiwa Asset Management. “Namun murahnya harga saham Jepang dan naiknya volume transaksi mengindikasikan mulai masuknya investor.” Pialang juga mengatakan dana pensiun publik berperan atas penguatan pasar.
Kepercayaan Konsumen Kor-Sel Anjlok, Won Jatuh Terendah Dalam 10-Tahun
Kepercayaan konsumen Korea Selatan merosot di bulan Oktober, dimana Ssangyong Motor Co. akan memberhentikan para pekerja-nya dan Asian Airlines Inc. mencatat kerugian kuartal ke duanya, ini merupakan petunjuk terakhir bahwa ekonomi sedang tertekan. Sementara itu, won jatuh ke level rendah 10- tahun. Indeks sentimen merosot ke angka 88 dari 96 di September, menurut Bank Korea di Seoul. Angka dibawah 100 menunjukan pesimis dibanding optimis. Indeks saham Kospi kembali menguat di hari keduanya, setelah anjlok 21 persen pekan lalu, dipicu aksi National Pension Service yang mengatakan akan membeli ``banyak'' saham.







0 comments:
Poskan Komentar