javascript:void(0)

Monex Daily Update

Monex daily adalah merupakan informasi dan materi edukasi tentang Forex, Index dan Emas serta Option yang sangat berguna bagi para investor maupun calon investor yang ingin mengeksplorasi atau mengetahui tips, trik dan strategi dalam melakukan transaksi di pasar uang dan pasar modal. Di samping sebagai ajang komunikasi antar nasabah dengan trader, atau nasabah dengan nasabah atau juga trader dengan trader.
Bagi yang tertarik untuk mencoba platform/software Monex Investindo Futures (Forex & Index Asia) ataupun Monex International Investment (komoditi & Index Amerika) kami persilahkan untuk download.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami :

Business Development
PT. Monex Investindo Futures
Bali Branch
Jl. Teuku Umar Barat 168 B Denpasar-Bali
Telp. 0361-3003 999
email : bdevelop.bali@mifx.com

Visit us at:
www.mifx.com
www.monex-fx.com
The rate and other information rendered herein by research and development PT Monex Investindo Futures has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.

Untuk melihat daily update Kalendar Ekonomi, silahkan melihat halaman paling bawah.

News on October 31th, 2008

RINGKASAN

1. Ekonomi Amerika Serikat turun 0.3% akibat pemotongan anggaran belanja rumah tangga dan investasi bisnis yang sedang menghadapi tingginya resiko resesi.
2. Pemerintah AS sedang menyusun program jaminan senilai $600 milyar untuk hipotik rumah demi mencegah penyitaan.
3. American Express mengumumkan rencana penghematan pengeluaran hingga $1,8 milyar di 2009, termasuk pengurangan staf dan kompensasinya.
4. Perdana Menteri Jepang mengumumkan paket ekonomi senilai $51 M untuk mencegah keterpurukan akibat krisis keuangan global.
5. Inflasi Australia akan membatasi ruang bank sentral untuk memotong suku bunga pinjaman.

Ekonomi Amerika Serikat Melemah Akibat Turunnya Pendapatan Konsumen
Ekonomi Amerika turun 0.3% di triwulan ketiga, kontraksi terbesarnya dalam tujuh tahun terakhir terkait pemotongan anggaran belanja rumah tangga dan investasi bisnis yang sedang menghadapi tingginya resiko resesi. Laporan terpisah menunjukan data klaim pengangguran yang tidak berubah. Dep. pedagangan Amerika menyatakan pelemahan ekonomi di triwulan ketiga merupakan yang terendah sejak 2001. Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini sangat berbeda dengan meningkatnya ekonomi sebesar 2.8 persen di kwartal kedua. Laporan GDP menunjukan bahwa pendapatan bersih perorangan jatuh di level 8.7 di triwulan ketiga sebagai level terendah sejak laporan triwulan ini dimulai tahun 1947 setelah sempat naik 11.9 persen pada triwulan kedua ketika stimulus pembayaran ekonomi masih berjalan lancar. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Fed’s Yellen, “Untuk kwartal keempat, ekonomi AS akan kembali turun secara signifikan. Keterpurukan sektor perumahan masih belum berakhir sehingga pasar keuangan dan ekonomi akan terus terbebani.”

AS Berencana Untuk Menjamin $600 Milyar Hutang Perumahan yang Bermasalah
Pemerintah AS sedang menyusun program baru yang menyediakan jaminan pemerintah senilai $600 milyar untuk hipotik rumah demi mencegah penyitaan, ujar seorang narasumber kepada Reuters di hari Kamis. Rencana ini disiapkan oleh Federal Deposit Insurance Corp dan Dep. Keuangan yang bisa menyediakan jaminan hingga 3 juta hipotik, ujar narasumber. Departemen keuangan sedang berdiskusi dengan FDIC dan pihak terkait lainnya untuk mencegah tindakan penyitaan lebih lanjut. Rencana tersebut akan mengikat pemberi pinjaman untuk melonggarkan syarat pinjaman hipotik bermasalah. Sementara itu, Wells Fargo & Co. menerbitkan 25,000 saham versi preferred kepada Dep. Keuangan AS untuk mendapatkan dana penyelamatan perbankan senilai $25 M.

American Express Akan Memecat 7,000 Pekerjanya
American Express mengumumkan rencana penghematan pengeluaran hingga $1,8 milyar di 2009. Rencana ini termasuk pengurangan staf dan kompensasinya. Perusahaan berencana untuk memecat 7,000 pegawai dan menghentikan pengrekrutan serta meninjau kembali anggaran pengeluaran pada sektor teknologi dan marketingnya, ujar juru bicara perusahaan di New York hari Kamis. Perusahaan juga menunda kenaikan gaji level manejer untuk tahun 2009. Nilai saham perusahaan telah turun setengahnya di tahun ini seiring meningkatnya tingkat pengganguran di Amerika yang menekan anggaran belanja dan pinjaman kredit. Sementara itu, Exxon Mobil Corp mencatatkan laba kwartal keempatnya yang melebihi prediksi analis; begitu juga dengan Royal Dutch Shell Plc akibat tingginya harga minyak dan besarnya marjin pengilangan.

Perdana Menteri Jepang Mengumumkan Paket Ekonomi Senilai $51 M
Perdana Menteri Jepang Taro Aso pada hari Kamis mengumumkan paket ekonomi senilai $51 M untuk mencegah keterpurukan akibat krisis keuangan global. Paket ini termasuk pemberian kas sebesar 2 triliun yen kepada konsumen – sekitar $600 untuk tiap rumah tangga yang terdiri atas empat anggota keluarga – pengurangan pajak hipotek, paket penyelamatan perbankan yang memungkinkan penyuntikan dana hingga 2 triliun yen dan mencegah kebangkrutan perusahaan kecil. Pengumuman ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan bank sentral untuk menurunkan suku bunganya pada hari Jumat ini. Akan tetapi, ekonom mempertanyakan kefektifan program ini – termasuk kenaikan pengeluaran pemerintah sebesar 5 triliun yen ($51 M) – apakah dapat menyelamatkan ekonomi yang sedang memasuki resesi dimana penguatan yen memukul eksportir sementara jatuhnya harga saham terus melemahkan perbankan.

Inflasi Australia Akan Membatasi Pemangkasan Suku Bunga
Tingkat inflasi Australia akan membatasi ruang bank sentral untuk memotong suku bunga pinjaman, menurut Deputi Gubernur Ric Battellino, sehingga mendorong trader untuk mengurangi taruhan-nya pada potensi penurunan suku bunga pekan depan. Australia akan menghindari resesi dan masih memiliki ``sebuah tugas besar untuk membawa inflasi turun dan hal ini bisa membatasi ruang manuver kebijakan moneter,'' ungkap Battellino dalam konferensi di Sydney. Investor sebelumnya telah bertaruh Reserve Bank Australia akan memotong bunga pinjaman lebih dari setengah poin minggu depan guna melindungi ekonomi ditengah krisis finansial global. ``Pesannya adalah pasar terlalu banyak memperkirakan untuk pemotongan 125 basis poin di Natal nanti”, ungkap Su- Lin Ong, ekonom senior pada RBC Capital Markets Ltd. di Sydney. ``Reserve Bank akan menurunkan 50 poin pekan depan dan kami rasa 25 poin lain lagi di bulan Desember.''

Bunga Pinjaman Antar Bank Turun Setelah Fed Memotong Suku Bunga
Bunga pinjaman antar bank overnight dan periode jangka panjang kembali turun di hari Kamis setelah bank sentral Amerika memangkas suku bunganya sesuai harapan sebesar 50 basis poin. Bunga interbank untuk overnight deposit dolar berada dikisaran 1.05-0.5 persen, dari 0.5–0.98 persen di hari Rabu. Bunga deposito tiga bulan di 3.2–4.0 persen dibanding dengan 3.3–4.28 persen sebelumnya. Suku bunga tiga bulan untuk mata uang sterling dan euro juga turun. Suku bunga deposito dan Libor mengindetifikasikan biaya yang dibebankan untuk pinjaman antar bank, yang juga digunakan oleh lembaga keuangan sebagai patokan.

Merkel Menginginkan Peraturan Finansial Baru Tahun Depan
Pertemuan antar pemimpin besar dunia di Washington bulan depan akan membahas persetujuan penetapan peraturan baru untuk sistem finansial global dalam periode satu tahun kedepan, ujar Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin. Merkel juga mengharapkan komisi eropa untuk mendesak hal ini, yang disinyalir akan dihadiri oleh negara maju yang tergabung dalam negara G20. Merkel mengkritik Amerika yang menolak usaha eropa di tahun sebelumnya untuk memperkenalkan regulasi yang lebih kuat untuk sistem finansial, termasuk pengawasan pemerintah yang lebih ketat kepada hedge funds.

Resesi Akan Berkepanjangan Kecuali BoE Memangkas Suku Bunga
Krisis kredit bisa berubah menjadi lebih buruk dari yang pernah terjadi pada goncangan perekonomian tahun 1929; dan pemangkasan suku bunga yang besar sangat dibutuhkan untuk menghindari resesi yang terburuk, ujar pejabat BoE David Blanchflower di hari Kamis. “Pemangkasan suku bunga sangat dibutuhkan, ujarnya, bukan untuk melindungi perbankan namun untuk melindungi masyarakat dari perbankan, yang saat ini sudah banyak dirugikan oleh keputusan penyaluran dana institusi tersebut.”

Nikkei Menguat 10% Terkait Pelemahan Yen, BOJ Berencana Memotong Suku Bunga
Nikkei menguat 10% di hari Kamis, terpengaruh oleh kenaikan saham eksportir dan Kyocera akibat pelemahan yen dan rumor pemangkasan suku bunga bank sentral Jepang untuk mengikuti langkah Amerika dan Cina. Soichiro Monji, kepala strategis Daiwa SB Investment mengungkapkan, “jika saya menyimpulkan keadaan bursa, maka pasar masih akan kembali rebound. Pertanyaannya seberapa jauh rebound ini, dan hal tersebut sulit diprediksi karena ekonomi tidak mungkin pulih dalam semalam sedangkan pasar uang masih belum stabil.”

Taiwan Pangkas Suku Bunga Menjadi 3% Menyusul Penurunan Suku Bunga Fed
Bank sentral Taiwan memotong tingkat suku bunga menjadi 3% dari 3.25% untuk yang ke-tiga kali dalam dua bulan terakhir, setelah mitranya AS dan Cina menurunkan bunga pinjaman untuk menahan kerusakan dari krisis finansial global. Bursa saham di Taiwan, Cina, Korea Selatan dan Hong Kong, semuanya menguat setelah pemangkasan suku bunga. Kesepakatan Federal Reserve A.S kemarin untuk mendongkrak ketersediaan dolar di Brazil, Meksiko, Korea Selatan dan Singapura juga ikut mendukung reli.

0 comments:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio