RINGKASAN
1. Bursa saham dunia dan pasar komoditi mengalami penguatan sebagai reaksi atas rencana stimulus ekonomi Cina.
2. AIG kembali mendapatkan restrukturisasi pinjaman dari pemerintah AS, walaupun melaporkan kerugian terbesar di triwulan ketiga.
3. Trichet: Negara yang memiliki anggaran dapat memberikan stimulus fiskal untuk menghadapi krisis finansial global.
4. Sri Mulyani: pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai targetnya meski perekonomian global mengalami perlambatan.
5. Bank Sentral Australia mensinyalkan untuk memotong suku bunga untuk memastikan ekonomi terhindar dari resesi global.
Kebijakan Cina Memicu Kenaikan Saham
Bursa saham dunia dan pasar komoditi mengalami penguatan di hari Senin sebagai reaksi atas rencana Cina untuk menganggarkan hampir $600 milyar pada stimulus ekonominya di saat para Menteri Keuangan G20 berjanji untuk melakukan kebijakan yang dibutuhkan untuk memulihkan pasar finansial. Kantor Berita Xinhua Cina memberitakan bahwa pemerintah Cina telah menyetujui rencana 4 trilyun yuan ($586 milyar) hingga tahun 2010, terutama di infrastruktur dan proyek sosial. Jumlahnya hampir 18% dari GDP tahun ini. Bursa saham melonjak terkait membaiknya prospek pertumbuhan. Permintaan untuk obligasi negara turun seiring kenaikan di bursa saham, menyebabkan naiknya bunga terkait langkah investor yang beralih pada bursa saham karena menariknya harga yang ditawarkan. “Paket stimulus pemerintah Cina telah menstabilkan pasar unutk jangka pendek,” ujar Ian Stannard, stategis valas di BNP Paribas. “Namun dalam jangka panjang masih terdapat keraguan tentang ekonomi global dan fakta yang menunjukkan aksi drastis Cina ini,” katanya .
AIG Mencatatkan Kerugian Senilai $24 Milyar
Perusahaan asuransi bermasalah American International Group Inc melaporkan rekor kerugian terbesar triwulannya di hari Senin, sekali lagi terpukul oleh kredit macet perumahan dan kerugian permodalannya. Kerugian termasuk $7.05 M di pembatalan kredit, $20 M pada garansi jaminan kerugian, dan $18.31 M kerugian permodalannya di triwulan ketiga. Meskipun demikian, AIG kembali mendapatkan restrukturisasi pinjaman dari pemerintah AS, sehingga perusahaan mendapatkan total pinjaman sebesar $150 M. Perusahaan AS semakin terpukul, dimana retailer elektronik terbesar kedua Circuit City Stores Inc akhirnya menyatakan bangkrut. Sementara itu, saham General Motors jatuh 20% setelah analis menurunkan peringkat perusahaan karena masalah arus kasnya. Meskipun demikian, Citigroup dikabarkan sedang berencana untuk mengakuisisi salah satu perbankan AS menyusul kekalahannya atas akuisisi Wachovia.
G20 Memberi Harapan, Namun Tidak Akan Cepat Berpuas Diri
Persetujuan yang diraih negara ekonomi maju yang ditujukan untuk menghadapi krisis finansial global akan memberikan harapan, namun bukan untuk cepat berpuas diri, kata presiden ECB Jean-Claude Trichet, Senin. Setelah pertemuan Group 20 di Brazil, Trichet menyatakan bahwa setiap tindakan yang diambil untuk mengatasi krisis finansial mulai dapat dirasakan efeknya namun masih membutuhkan lebih banyak tindakan. “Trichet menyatakan sangat penting bagi negara berkembang untuk lebih berperan di institusi finansial gobal. Berkaitan dengan pengeluaran publik yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan, beliau menyatakan beberapa negara memang memiliki anggaran untuk memberikan stimulus fiskal namun di lain pihak, seperti Eropa akan terhadang oleh keterbatasan anggarannya.
Menteri Keuangan Mengindikasikan Ekonomi Indonesia Masih Kuat
Komentar Menteri Keuangan Sri Mulyani, di hari Senin, menenangkan keraguan pasar bahwa prospek pertumbuhan tetap akan mencapai targetnya meski ekonomi global mengalami perlambatan. Ekonomi domestik diharapkan akan tetap kuat, dengan estimasi GDP 2009 dalam kisaran 5-6%. Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan stimulus kebijakan fiskal, meski hal tersebut dinilai belum dibutuhkan saat ini. Mata uang rupiah di lain pihak, masih memerlukan waktu yang lebih panjang untuk pemulihannya, dimana solusi atas saham Bumi/Bakrie kemungkinan menjadi fokus untuk minggu ini. Konsolidasi untuk mata uang rupiah/dolar tampaknya akan tercapai dalam waktu dekat, namun kami memilih untuk mempertahankan tren bias penurunan.
Bank Sentral Australia Isyaratkan Pemotongan Suku Bunga Lagi
Bank Sentral Australia mensinyalkan untuk memotong suku bunganya kembali untuk memastikan ekonomi terhindar dari suramnya resesi global. Bank sentral kemarin memangkas prediksi ekspansi ekonomi tahun 2008 menjadi 1.5% dari 2% dan telah menurunkan target bunga overnight cash pada bulan Oktober dan November karena kekacauan global yang menaikkan resiko keterpurukan pertumbuhan ekonomi. Gubernur Glenn Stevens telah memangkas benchmark bunga pinjaman sejak awal September sebanyak 200 basis poin menjadi 5.25 % dalam putaran pemotongan terbesar sejak resesi tahun 1991. Melemahnya ekonomi Australia juga mengartikan bahwa inflasi inti saat ini telah mencapai puncak-nya dan akan melambat di beberapa bulan mendatang, menurut bank dalam pernyataan kebijakan kuartal yang dirilis di Sydney.
Data Pertumbuhan Triwulan Ketiga Mengindikasikan Zona Eropa Dalam Resesi
Zona europa saat ini sudah memulai resesinya,seperti estimasi pihak pemerintah untuk laporan GDP yang akan dirilis minggu ini. Pertanyaannya adalah sampai berapa lama dan separah apa perekonomian akan terimbas. Beberapa data minggu ini mengindikasikan resesi mungkin akan berlangsung lama akibat dalamnya krisis kredit, sehingga mendukung bank sentral eropa untuk kembali memangkas suku bunganya. Hasil pemungutan suara di Reuters dari 38 ekonom menunjukan GDP zona eropa akan turun 0.2% untuk kedua kalinya– sesuai definisi teknikal dari resesi yakni kontraksi ekonomi di dua triwulan terahir.
Harga Input/Output Inggris Anjlok di Bulan Oktober
Penurunan -5.6% dan -1.0% untuk data harga input dan output produsen Inggris, lebih agresif dari perkiraan pasar sebelumnya yakni -2.6% dan -0.4%. Kejatuhan harga inti output yang lebih besar dari perkiraan -0.5% untuk data bulannya disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia dan pangan yang mendorong pelemahan harga produsen, namun juga menurunkan tekanan biaya. Hal ini sangat baik untuk prospek inflasi di bulan yang akan datang dan menjauhi target indeks harga konsumen (CPI) Inggris.
Pesanan Mesin Jepang Merosot 10.4%, Mencapai Rekor Penurunannya
Data pesanan mesin Jepang tumbang 10.4% kuartal lalu, mencapai penurunan terbesar yang pernah tercatat, seiring manufaktur mengurungkan rencana investasi-nya untuk mengantisipasi kemunduran global yang akan mencekik permintaan luar negeri. Melemahnya pesanan, sebuah indikator dari pengeluaran modal dalam tiga sampai enam bulan berikutnya, mencapai rekor penurunan 10 tahun lalu, menurut Cabinet Office di Tokyo. Jatuhnya laba eksportir Jepang telah menggiring indeks saham Nikkei 225 jatuh 44% tahun ini dan memaksa sejumlah perusahaan besar untuk memotong investasinya.
Nikkei Menguat 5.8% Atas Rencana Ekonomi Cina
Nikkei menguat 5.8% di hari Senin atas rencana pemerintah Cina senilai hampir $600 milyar yang mendorong kepercayaan investor, mendukung pembelian saham perusahaan ekspedisi dan pembuat mesin seperti Hitachi Constructions Machinery. “Kami melihat peluang pemulihan singkat setelah saham Toyota menyebabkan penurunan bursa pada hari Jumat. Hal ini menandakan bahwa harga saham di Jepang berada di level murahnya,” ujar Masaru Hamasaki, senior strategis di Toyota Asset Management."
Bursa Saham Seoul Naik; Industri Melonjak, Pabrikan Mobil Anjlok
Bursa saham Seoul ditutup menguat di hari Senin setelah terbantu oleh tindakan baru internasional untuk menghadang perlambatan ekonomi yang dapat memulihkan permasalahan industri, namun Hyundai Motor turun terkait kekhawatiran proteksi kebijakan perdagangan Amerika. “Saham terpukul oleh penurunan rating pandangan dari Fitch di awal sesi perdagangan, namun paket stimulus pemerintah Cina membantu menghindarkan bursa dari efek negatif,” ujar Kim Seung-han, analis pasar di HI Investment & Securities.
Bursa Saham Hong Kong Naik 3.5%; Terkait Eforia Paket Stimulus Cina
Bursa saham Hang Seng naik 3.5 persen di hari Senin, seiring terangkatnya saham konstruksi oleh rencana pemerintah Cina untuk menyuntikan dana $586 milyar pada sektor infrastruktur dan sektor utama lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Cina. “Paket stimulus telah mendorong dan meningkatkan minat pemulihan bursa yang berhubungan dengan perekonomian Cina. Sejak saat itu sentimen meningkat tajam,” ujar Alex Tang, kepala riset di Core-Pasific Yamaichi.







0 comments:
Poskan Komentar