javascript:void(0)

Monex Daily Update

Monex daily adalah merupakan informasi dan materi edukasi tentang Forex, Index dan Emas serta Option yang sangat berguna bagi para investor maupun calon investor yang ingin mengeksplorasi atau mengetahui tips, trik dan strategi dalam melakukan transaksi di pasar uang dan pasar modal. Di samping sebagai ajang komunikasi antar nasabah dengan trader, atau nasabah dengan nasabah atau juga trader dengan trader.
Bagi yang tertarik untuk mencoba platform/software Monex Investindo Futures (Forex & Index Asia) ataupun Monex International Investment (komoditi & Index Amerika) kami persilahkan untuk download.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami :

Business Development
PT. Monex Investindo Futures
Bali Branch
Jl. Teuku Umar Barat 168 B Denpasar-Bali
Telp. 0361-3003 999
email : bdevelop.bali@mifx.com

Visit us at:
www.mifx.com
www.monex-fx.com
The rate and other information rendered herein by research and development PT Monex Investindo Futures has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.

Untuk melihat daily update Kalendar Ekonomi, silahkan melihat halaman paling bawah.

News on November 12th, 2008

RINGKASAN

1. Fannie Mae, Freddie Mac, dan Citigroup Inc. berencana untuk mengurangi beban pembayaran pinjaman rumah bagi nasabahnya yang sedang menghadapi penyitaan.
2. Perbankan dan perusahaan Eropa menghadapi resiko pembiayaan yang tinggi akibat besarnya hutang yang harus dibayar.
3. Vodafone memangkas perkiraan pendapatan dan mengurangi anggaran biayanya.
4. Ekonomi Australia menghadapi ancaman resesi pertamanya seiring turunnya permintaan komoditi dunia.
5. Harga minyak turun akibat terpuruknya bursa saham global

Citi, Fannie, Freddie Akan Mengurangi Tingkat Penyitaan Rumah
Perusahaan hipotek seperti Fannie Mae dan Freddie Mac serta Citigroup Inc. berencana untuk mengurangi beban pembayaran pinjaman rumah bagi ratusan hingga ribuan nasabahnya yang sedang menghadapi penyitaan, mengikuti langkah yang telah diambil oleh perbankan lainnya. Fannie Mae dan Freddie Mac akan memotong hutang pokok dan beban bunga serta memperpanjang waktu pembayaran. Kongres AS sebelumnya telah berusaha untuk meyakinkan perusahaan keuangan untuk bekerjasama dengan kliennya setelah jumlah penyitaan mencetak rekor tertingginya di kwartal ketiga. JPMorgan Chase & Co., bank terbesar di AS, bulan lalu telah mengurangi tingkat penyitaannya dan mempermudah syarat pembayaran hutang hipotek senilai $110 M, sementara Bank of America Corp. telah merestrukturisasi 226,000 pinjaman untuk tahun ini.

S&P: Eropa Menghadapi Masalah Pembiayaan Hutang Senilai $2 Triliun
Dalam tiga tahun ke depan, terdapat $2.1 triliun hutang perbankan dan perusahaan Eropa yang jatuh tempo, sehingga meningkatkan "resiko pembiayaan", kata Standard & Poor pada hari Selasa. Dengan masih banyak obligasi baru yang akan diterbitkan menyusul bangkrutnya Lehman Brothers, ketakutan akan kemampuan bayar perusahaan semakin meningkat, yang dapat menciptakan status gagal bayar. Untuk tahun 2008, ada $206 M obligasi Eropa yang akan jatuh tempo, dimana $181 M dimiliki oleh sektor keuangan. Sementara untuk sektor non-keuangan dan padat modal seperti telekomunikasi dan perlengkapan masing-masing berjumlah $113 M dan $79 M yang akan jatuh tempo dari tahun 2009 hingga akhir 2011, ungkap S&P. Bahkan untuk kwartal keempat ini, kedua sektor tersebut harus membayar obligasi senilai $8.6 M dan $4.1 M. Bila digabungkan, maka Jerman, Swedia, Belanda, Perancis, Italia, Spanyol, dan Inggris mencakup 85% dari total resiko pembayaran di Eropa.

Vodafone Memangkas Target Pendapatan Tahunannya
Perusahaan seluler Vodafone memangkas perkiraan pendapatannya dan akan mengurangi anggaran biayanya hingga 1 milyar poundsterling; namun memprediksikan peningkatan arus kas setelah merilis laporan pendapatan semesternya yang diatas estimasi. Pendapatan perusahaan jasa seluler terbesar dunia ini diperkirakan sebesar 38.8 milyar pound ($61.25 milyar) hingga 39.7 milyar hingga akhir tahun. “Kondisi operasional akan menghadapi tantangan di eropa dengan adanya tekanan peraturan dan kompetitifnya persaingan serta kondisi ekonomi,” ujar salah satu juru bicara group tersebut. “Kondisi ekonomi saat ini juga mempengaruhi pasar negara berkembang, meningkatnya penetrasi pasar diharapkan tetap menghasilkan pertumbuhan yang kuat di negara berkembang,” tuturnya.

Ekonomi Australia Menghadapi Resesi Pertama Sejak 1990
Ekonomi Australia, yang telah berhasil melewati krisis finansial Asia tahun 1997, tengah menghadapi prospek resesi pertama-nya dalam dua dekade terakhir. Menyusutnya permintaan komoditi dunia mengancam terbendungnya banjir pendapatan ekspor selama limatahun yang membantu meningkatkan pendapatan Australia terbesar lebih dari 30 tahun. Tanpa ekspor luar negeri, ekonomi akan menyusut di triwulan kedua. Performa Cina mungkin menjadi kunci apakah ekonomi telah berkontraksi dimana melambatnya pertumbuhan pasar ekspor terbesar akan melukai pengiriman bijih besi, batubara, tembaga dan katun. Pejabat-keuangan Wayne Swan mengatakan pekan ini bahwa Australia mungkin akan terpukul keras dibanding perkiraan, terkait merebaknya perlambatan global ke pasar negara berkembang yang merupakan mitra dagang utama negara. ``Para konsumen dan pebisnis di seluruh dunia sedang khawatir, hampir sama seperti yang kami katakan, sangat dikejutkan oleh kerusakan finansial.''

Minyak Turun di Bawah $61 Akibat Semakin Suramnya Ekonomi
Harga minyak turun ke $58.85 per barrel di hari Selasa akibat terpuruknya bursa saham global atas ketakutan merebaknya resesi, yang tampaknya akan memangkas permintaan minyak di negara berkembang. “Pasar minyak dunia sedang lemah seiring turunnya perkiraan permintaan,” ujar Simon Wandell, analis minyak di Global Insight London, Selasa. “Masih akan terdapat ruang penurunan saat ini dibanding kekuatannya untuk kembali naik. Kami memperkirakan harga minyak AS akan kembali jatuh hingga $50 sebelum kembali menguat ke area $65,” paparnya. Banyak analis yang memperkirakan anjloknya konsumsi negara berkembang di tahun depan, tetapi permintaan negara maju dapat menguat sehingga dapat mengimbangi fluktuasi permintaan pasar. “Jika kita melihat gejala yang sedang berkembang sekarang, maka kita akan menghadapi surplus supplai minyak yang besar sehingga akhirnya harga akan menghadapi tekanan yang hebat,” tuturnya.

ECB Berpeluang Pangkas Bunga 50 Basis Poin di Bulan Desember
Bank sentral eropa akan melanjutkan pemangkasan suku bunganya hingga akhir tahun, dan akan mempertahankannya di tahun 2009 akibat menurunnya ekonomi zona eropa, seperti ditunjukan hasil survei Reuters, Selasa. Survei terhadap 57 ekonom diambil setelah ECB memangkas bunga 50 bps ke level rendah 2 tahunnya di level 3.25 persen di hari Kamis lalu yang menunjukan harapan adanya pemangkasan kembali di akhir tahun, dengan suara mayoritas memilih pemangkasan 50 bps. Sebelumnya presiden ECB Jean Claude-Trichet menyatakan bahwa dia tidak mengabaikan peluang penurunan suku bunga lagi.

Sterling Menembus Level Rendah 12 Tahunnya Akibat Melemahnya Sektor Perumahan
Poundsterling anjlok ke rekor rendah 12 tahun terhadap sejumlah mata uang lainnya di hari Selasa dan mendekati level terrendah terhadap euro akibat keengganan investor memegang aset yang beresiko dan memburuknya data ekonomi Inggris. Laporan ekonomi menunjukan jumlah penjualan rumah di level terendahnya pada bulan Oktober, sedangkan penjualan ritel jatuh untuk tahun ketiganya. Data perumahan dan penjualan ritel ini menambah keyakinan akan adanya pemangkasan suku bunga BoE kembali.

Surplus Neraca Perdagangan Jepang Mengecil di September
Surplus neraca perdagangan Jepang menyempit untuk tujuh bulan berturut-turut di September terkait melemahnya permintaan luar negeri dan naiknya harga energi sehingga meningkatkan biaya impor. Surplus turun 48.8% menjadi 1.49 trilyun yen ($15.3 milyar) dari tahun lalu, menurut Kementerian Keuangan di Tokyo. Krisis finansial dunia dan perlambatan ekonomi telah melemahkan permintaan mobil dan elektronika Jepang. Permintaan berkurang tidak hanya di AS. dan Eropa, tetapi juga di negara berkembang seperti Cina.

Nikkei Turun 3% Terkait Suramnya Prospek Perusahaan di Amerika
Nikkei ditutup turun 3 persen hari Selasa, seiring kejatuhan saham eksportir Canon atas buruknya data keuangan perusahaan Amerika yang memicu ketakutan akan resesi global. Beberapa pelaku pasar mengatakan investor mencemaskan tentang hasil pertemuan pemimpin G20 minggu ini di Washinton. “Pembicaraan yang dibahas tampaknya akan sulit mencapai kesepakatan tetang apapun, dan hal ini menakutkan investor,” ujar Tomomi Yamashita, fund manager di Shinkin Asset Management.

Bursa Saham Hong KongMelambat 4.8% Seiring Memburuknya Ancaman Resesi
Bursa saham Hong Kong ditutup melemah 4.8% di hari Selasa, terpicu oleh penurunan saham perbankan akan kekhawatiran ekonomi global yang akan menambah kredit macet, dan seiring kejatuhan saham developer lokal akibat suramnya prospek sektor properti. ”Pergerakan pasar tampaknya akan menyebabkan kelanjutan penurunan harga properti. Potensi kenaikan tingkat pengangguran akan kembali menekan permintaan,” ujar D.Gordon, analis di Louis Capital Markets Hong Kong. Harga perumahan di Hong Kong diperkirakan turun 15 persen pada tahun 2009.

1 comments:

therunk mengatakan...

blognya mantap... ngiler saya bos.. :))

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio