javascript:void(0)

Monex Daily Update

Monex daily adalah merupakan informasi dan materi edukasi tentang Forex, Index dan Emas serta Option yang sangat berguna bagi para investor maupun calon investor yang ingin mengeksplorasi atau mengetahui tips, trik dan strategi dalam melakukan transaksi di pasar uang dan pasar modal. Di samping sebagai ajang komunikasi antar nasabah dengan trader, atau nasabah dengan nasabah atau juga trader dengan trader.
Bagi yang tertarik untuk mencoba platform/software Monex Investindo Futures (Forex & Index Asia) ataupun Monex International Investment (komoditi & Index Amerika) kami persilahkan untuk download.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami :

Business Development
PT. Monex Investindo Futures
Bali Branch
Jl. Teuku Umar Barat 168 B Denpasar-Bali
Telp. 0361-3003 999
email : bdevelop.bali@mifx.com

Visit us at:
www.mifx.com
www.monex-fx.com
The rate and other information rendered herein by research and development PT Monex Investindo Futures has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.

Untuk melihat daily update Kalendar Ekonomi, silahkan melihat halaman paling bawah.

News on November 17th, 2008

RINGKASAN

1. Pasar finansial sedang mengalami stress berat dan bank sentral di seluruh dunia akan siap bertindak untuk mencairkan pengetatan kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
2. Penjualan di tingkat pengecer AS mengalami penurunan tajam seiring menyusutnya anggaran belanja konsumen akibat jatuhnya harga rumah.
3. Citigroup Inc berencana untuk memecat 10,000 pekerjanya di divisi perbankan investasi di seluruh dunia.
4. Inflasi Inggris diprediksikan turun akibat jatuhnya harga bahan pangan dan minyak dunia.
5. Ekspor negara berkembang di Asia akan merosot 20 persen tahun depan akibat dalamnya kemunduran ekonomi global.

Bernanke : Bank Sentral Siap Bertindak Jika Dibutuhkan
Presiden Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan di hari Jumat bahwa pasar finansial sedang mengalami stress berat dan bank sentral di seluruh dunia akan siap bertindak untuk mencairkan pengetatan kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kelanjutan fluktuasi pasar dan buruknya indikator ekonomi mengkorfirmasikan besarnya tantangan,” ungkapnya. “Dengan demikian, para pengambil kebijakan akan berkoordinasi, memonitor perkembangan secara seksama, dan siap bertindak sesuai kondisi yang ada,” paparnya. Beliau berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh bank sentral adalah untuk mencairkan ketegangan likuiditas dan memastikan tersedianya dolar untuk jangka pendek di seluruh dunia demi memulihkan pasar kredit. “Koordinasi pemangkasan suku bunga ditujukan sebagai sinyal kepada publik dan pasar bahwa kami bersama-sama bertindak dalam menghadapi tantangan ekonomi global,” tutupnya. Sementara itu, Men. Keuangan AS Henry Paulson kembali mempertahankan keputusannya atas penggunaan dana $700 M, seraya memberitahukan CNBC bahwa penyebaran krisis kredit telah memaksa pemerintah untuk menyuntikkan modal langsung ke perbankan dari pada membeli aset hipotek bermasalah. "Ketika persetujuan Kongress didapatkan, terlihat bahwa situasi telah berubah semakin buruk," kata Paulson dalam wawancaranya pada hari Jumat. "Kami hanya memiliki dana yang terbatas—besar, tapi terbatas, $700 M—dan kami menggunakannya untuk mendapatkan hasil yang maksimum, yakni dengan menempatkan modal di perbankan."

Penjualan Ritel AS Anjlok 2.8% di Oktober
Penjualan di tingkat pengecer mengalami penurunan tajam di bulan Oktober, ungkap data pemerintah di hari Jumat, seiring menyusutnya anggaran belanja konsumen akibat jatuhnya harga rumah; meskipun harga minyak telah mengalami penurunan yang signifikan. Penjualan ritel anjlok 2.8% bulan lalu menjadi $363.7 milyar, penurunan terbesar sejak indeks tersebut dimulai tahun 1992. Sementara itu, data penjualan September direvisi anjlok 1.3 persen, lebih buruk dari hasil sebelumnya yang mengalami penurunan sebesar 1.2 persen. “Apa yang terlihat saat ini adalah kekacauan pada kredit dan pasar pembiayaan yang menyulitkan sektor konsumen,” ungkap Kevin Flanagan, strategis fixed income di Morgan Stanley New York, Jumat.

Citigroup Akan Pecat 10,000 Pekerjanya
Citigroup Inc berencana untuk memecat 10,000 pekerjanya di divisi perbankan investasi dan lainnya di seluruh dunia, seperti yang ditulis oleh Wall Street Journal. Kepala eksekutif Citigroup Vikram Pandit telah menginstruksikan untuk memangkas anggaran kompensasi pekerja minimal 25 persen. “Kami akan berhati-hati mengenai keputusan ini seiring perombakan tujuan dan realitas perusahaan,” ujar Christina Pretto, juru bicara perusahaan Citigroup, Jumat. Bulan lalu Citigroup mengumumkan akan memecat 11,000 pekerjanya di triwulan ketiga, menambah total pekerja yang dirumahkan untuk tahun 2008 menjadi 23,000. Citigroup berencana akan kembali memberhentikan pekerjanya sebanyak 290,000 tahun depan.

Fokus Minggu Ini di Inggris
Pasar tentunya akan menantikan minutes dari pertemuan MPC BoE yang berlangsung pada tanggal 5-6 November lalu untuk mendapatkan gambaran proses pengambilan keputusan. Sementara itu, pada hari Selasa, indeks harga konsumen (CPI) bulan Oktober akan menunjukkan penurunan inflasi menjadi 0.1% dari 0.5% per bulan, akibat jatuhnya harga bahan pangan dan minyak dunia. Rabu, survei industri CBI diprediksikan semakin memburuk ke level -48, dari -39, lebih rendah dari konsensus pasar -41, terkait besarnya dampak pengetatan kredit ke seluruh perekonomian domestik. Sementara volume penjualan ritel untuk bulan Oktober diestimasi mengalami penurunan yang tajam dari bulan sebelumnya.

Ekspor Negara Berkembang di Asia Akan Merosot 20%
Ekspor negara berkembang di Asia akan merosot 20 persen tahun depan terkait makin dalamnya kemunduran ekonomi global yang melukai permintaan untuk sejumlah produk di kawasan, menurut Nomura International (HK) Ltd. ``Di bulan September 2008, total ekspor Asia, diluar Jepang, tumbuh 21 persen per tahun,'' ungkap Robert Subbaraman, ekonom Nomura di Hong Kong. ``Dalam waktu 12 bulan ke depan, kami tidak akan terkejut jika jumlahnya tidak mengalami perubahan, tapi dengan sinyal negatif di depan.'' Ekspor negara berkembang Asia tersendat sampai saat ini, seperti yang terlihat pada jumlah pengiriman akibat lemahnya penjualan ke AS. Hal itu akan mengalami perubahan yang signifikan ketika pelemahan ekonomi menjadi ``global dan merata,'' serta kemerosotan harga komoditas mengikis pendapatan negara produsen minyak.

Eropa Mungkin Memasuki Resesi Pertama Dalam 15 Tahun, Akibat Krisis Kredit
Ekonomi Eropa kemungkinan jatuh memasuki resesi pertamanya dalam 15 tahun di kuartal ketiga, sehingga menyiapkan jalan untuk pemotongan suku bunga dan pajak ditengah krisis finansial terburuk sejak Great Depression. Produk domestik kotor di 15 negara eropa menyusut 0.2 persen di kuartal tiga dari tiga bulan sebelumnya, ketika angka ini juga melemah 0.2 persen, menurut estimasi median dari 39 ekonom. Kontraksi selama dua kuartal – akibat gejolak pembiayaan kredit, euro dan harga minyak yang terjadi tahun ini -- akan menandai resesi pertama sejak diperkenalkannya mata uang tunggal di Eropa hampir satu dekade lalu.

Suku Bunga Obligasi dan Futures Inggris Turun Terkait Rebound Saham
Suku bunga obligasi pemerintah dan futures Inggris turun di hari Jumat terkait rebound-nya bursa saham global yang memicu aksi ambil untung menyusul penurunan tajam fixed income minggu ini atas perkiraan pemangkasan suku bunga bank sentral. Bank sentral Inggris (BoE) akan kembali memotong suku bunga untuk menghindari ekonomi dari ancaman krisis finansial. Gubernur BoE Mervyn King sebelumnya mengatakan bahwa MPC siap untuk kembali menurunkan suku bunga jika diperlukan. Komentar beliau tersebut mendorong suku bunga obligasi 2 tahun hingga mencapai rekor rendahnya di hari Kamis kemarin.

Fokus Minggu Ini di Jepang
Perkiraan awal data GDP Jepang untuk triwulan ketiga akan dirilis hari Senin, sedikit diatas konsensus 0.1 persen (0.6 persen per tahun). Surplus perdagangan diprediksi turun seiring anjloknya nilai impor dan ekspor mengikuti pelemahan perdagangan wilayah Asia yang semakin memburuk. Indikator utama, yang terdiri dari indeks utama dan tersier, diperkirakan bergerak ke rekor terlemahnya dalam kisaran -0.1 persen untuk bulan September. Pertemuan BoJ pada hari Jumat diestimasi akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.3 persen.

Nikkei Menguat 2.7%, Memangkas Kerugian 3 Hari Beruntunnya
Nikkei naik 2.7% di hari Jumat, menutup kerugian tiga hari sebelumnya, terkait reli bursa saham Amerika yang memicu pemulihan singkat, seperti penguatan saham pabrikan industri robot Fanuc. Fumiyuki Nakanishi, manejer di SMBC Friend Securities mengatakan bahwa investor individu dan public funds diperkirakan kembali membeli di harga rendah, jika tidak ada langkah spesifik yang dikeluarkan dari pertemuan G20 dan Nikkei tidak menembus 8,000.”

KOSPI Ditutup Datar Dengan Perdagangan yang Berfluktuasi
Bursa saham Seoul ditutup datar di hari Jumat, setelah perdagangan flutuasi sempat membawa indeks menguat 3.8%, namun kejatuhan saham teknologi seperti Samsung Electronic mempengaruhi pergerakan pasar. “Kenaikan bursa saham Amerika mendorong bursa Korea di awal sesi, namun investor masih meragukan alasan kenaikan saham AS dengan belum membaiknya kondisi fundamental,” ujar Yun Lee, analis pasar di Woori Investment & Securities.

Bursa Saham Hong Kong Rebound dari Penurunan Tajam 3 Harinya
Bursa saham Hong Kong naik 2.4% di hari Jumat, pulih dari kejatuhan tiga hari sebelumnya, terbantu oleh penguatan saham CNOOC, disaat China Overseas Land berharap akan adanya pemangkasan suku bunga kembali dari pemerintah pusat. “Kabar baiknya adalah kita mendapatkan perubahan terbaru dari Cina. Tampaknya kita akan melihat pemangkasan suku bunga lagi di akhir minggu atau minggu depan,” ujar Jackson Wong, manager investasi di Tanrich Securities. “Bursa Hong Kong mengalami penurun tajam selama tiga hari sebelumnya, jadi kami mendapatkan kabar bagus hari ini.”

0 comments:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio