javascript:void(0)

Monex Daily Update

Monex daily adalah merupakan informasi dan materi edukasi tentang Forex, Index dan Emas serta Option yang sangat berguna bagi para investor maupun calon investor yang ingin mengeksplorasi atau mengetahui tips, trik dan strategi dalam melakukan transaksi di pasar uang dan pasar modal. Di samping sebagai ajang komunikasi antar nasabah dengan trader, atau nasabah dengan nasabah atau juga trader dengan trader.
Bagi yang tertarik untuk mencoba platform/software Monex Investindo Futures (Forex & Index Asia) ataupun Monex International Investment (komoditi & Index Amerika) kami persilahkan untuk download.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami :

Business Development
PT. Monex Investindo Futures
Bali Branch
Jl. Teuku Umar Barat 168 B Denpasar-Bali
Telp. 0361-3003 999
email : bdevelop.bali@mifx.com

Visit us at:
www.mifx.com
www.monex-fx.com
The rate and other information rendered herein by research and development PT Monex Investindo Futures has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.

Untuk melihat daily update Kalendar Ekonomi, silahkan melihat halaman paling bawah.

News on November 18th, 2008

RINGKASAN

1. Biaya hidup di AS kemungkinan jatuh, sementara sektor manufaktur dan perumahan semakin terpuruk.
2. Ekonomi AS akan terus melambat akibat tingginya tingkat pengangguran yang menekan pengeluaran konsumen.
3. Freddie Mac berpotensi merugi $20-$40 milyar di 2009, disebabkan oleh tingginya biaya kredit dan kerugian pada aset hipotik.
4. Perekonomian Jepang memasuki resesi pertamanya seiring turunnya pengeluaran perusahaan.
5. Harga minyak jatuh setelah pertemuan G20 terbatas dalam memberikan solusi untuk menghadapi resesi global.

Inflasi di AS Mungkin Jatuh Seiring Ambruknya Ekonomi
Biaya hidup di AS kemungkinan jatuh di Oktober, terbanyak dalam enam puluh tahun terakhir, sementara manufaktur dan pengembang kian terpuruk ke jurang resesi, menurut pakar ekonomi menjelang dirilisnya laporan pekan ini. Harga konsumen kemungkinan turun 0.8 persen di bulan lalu, terbesar sejak 1949, menurut estimasi median. Para pengembang perumahan telah merugi dan produksi perusahaan terus melemah. Harga komoditas anjlok ketika ekonomi mengalami perlambatan akibat runtuhnya pasar uang dan kredit. Merosotnya penjualan memaksa para pengecer untuk menurunkan harga, memberi Federal Reserve ruang untuk tetap memotong suku bunga guna membatasi kerusakan. ``Tumbangnya harga energi dan komoditas telah merubah prospek inflasi,'' ungkap Ryan Sweet, ekonom senior pada Moody Economy.com di West Chester, Pennsylvania. ``Pemotongan suku bunga berikutnya masih diperlukan untuk mencegah ekonomi memasuki resesi.''

AS Dalam Resesi, Tingkat Pengangguran Berpotensi Mencapai 7.5%
Ekonomi Amerika Serikat dalam masa resesi dan akan mengalami perlambatan dalam laju tercepatnya di triwulan ke empat, melanjutkan penurunan hingga awal tahun 2009 terkait tingginya tingkat pengangguran yang menekan pengeluaran konsumen, seperti yang ditunjukan hasil survei, Senin. 50 ekonom yang disurvei oleh National Assosiation of Business Economists memprediksikan bahwa GDP riil turun 2.6% di triwulan keempat dan melemah 1.3% di triwulan pertama 2009. Sebelumnya, pemerintah mengestimasi penurunan GDP sebanyak 0.3% di triwulan ketiga. Jajak pendapat ini dilakukan pada 28 Oktober hingga 7 November dan mengindikasikan kepesimisan. “Ekonom bisnis memberikan pandangan yang negatif terhadap ekonomi untuk beberapa triwulan kedepan akibat semakin besarnya tekanan yang dihadapi pasar kredit dan dampaknya kepada ekonomi riil,” ungkap Presiden NABE Chris Varvares, Senin. “Kondisi kredit semakin lemah. Meski Fed dan Dep. Keuangan telah menambah likuiditas, mayoritas panelis mempercayai pengetatan kredit akan terus berlanjut,” tutupnya.

Freddie Mac Dapat Merugi $20-$40 Milyar di Tahun 2009
Freddie Mac berpotensi merugi $20-$40 milyar di 2009, disebabkan oleh tingginya biaya kredit dan kerugian pada aset hipotik, ungkap Billing Ramsey analis di Friedman, Senin. Freddie Mac melaporkan kerugian triwulannya $25.3 milyar hari Jumat lalu terkait anjloknya nilai perumahan, memaksa perusahaan untuk meminta bantuan dana $100 milyar kepada Departemen Keuangan Amerika. Regulator McLean kembali mengajukan dana tambahan $13.8 milyar kepada Dep. Keuangan untuk Freddie Mac demi menghapus defisit modal. Sementara itu, retailer Target dan Lowe melaporkan penurunan laba perusahaan akibat berkurangnya daya beli konsumen. Citigroup mengumumkan akan memecat 53,000 karyawannya melebihi perkiraan. Sedangkan General Motors berencana untuk menjual 3% sahamnya di Suzuki Motor Corp senilai $232 M demi mengalirkan arus kasnya.

Ekonomi Jepang Jatuh 0.4%, Meneguhkan Kondisi Resesi
Ekonomi Jepang, terbesar kedua di dunia, diluar perkiraan menyusut di kuartal ke tiga, dan memasuki resesi pertama sejak tahun 2001 seiring perusahaanperusahaan memotong pengeluaran-nya. Produk domestik bruto jatuh 0.4 persen dalam tiga bulan yang berakhir 30 Sept, menurut Cabinet Office di Tokyo. Para ekonom memprediksi ekonomi akan tumbuh 0.1 persen setelah melemah (revisi) 3.7 persen di periode sebelumnya. Perlambatan ekonomi telah memaksa Perdana Menteri Taro Aso mengeluarkan paket stimulus untuk mencegah terpuruknya ekspor, investasi, dan sektor tenaga kerjanya. ``Ini hanya akan bertambah buruk,'' ungkap Masamichi Adachi, ekonom senior pada JPMorgan Chase & Co. di Tokyo. ``Jepang mungkin memasuki resesi paling dalam-nya selama satu dekade akibat krisis finansial global yang menyusutkan permintaan luar negeri.''

Minyak Turun Setelah Pertemuan G20
Minyak turun lebih dari $1 dibawah $56 per barel di hari Senin, mendekati level terendahnya dalam 2 tahun terakhir, setelah pertemuan G20 terbatas dalam memberikan solusi dalam menghadapi resesi global. Berita bahwa OPEC akan menunda keputusannya hingga pertemuan 17 Desember, untuk memangkas produksi juga menekan harga. Hari Kamis lalu, minyak mentah Amerika mencapai level $54.67 per barel, level terendah sejak Januari 2007. “Kecemasan akan lemahnya pertumbuhan ekonomi internasional masih mendominasi,” ungkap David Moore, strategis komoditi di Commonwealth Bank of Australia, Senin. Di lain pihak, harga emas juga tergelincir setelah sempat menyentuh $748.35 per ons, akibat pulihnya dolar, rendahnya harga minyak, dan meredanya kekhawatiran inflasi. Pada akhir perdagangan minyak dan emas masing-masing ditutup pada level $740.55 per ons dan $55.11 per barrel.

Defisit Perdagangan Zona Euro Melebar Dipicu Lonjakan Impor
Defisit neraca perdagangan zona euro melebar di bulan September akibat pertumbuhan impor yang mencapai dua kali ekspor, seperti dikutip dari laporan kantor statistik Uni Eropa, Senin. Penurunan volume perdagangan eksternal dari lima belas negara yang menggunakan mata uang euro mencapai 5.6 milyar euro ($7.1 milyar), dari defisit 9.4 milyar euro di Agustus dan surplus 2.9 milyar euro tahun lalu. Nilai perdagangan Eropa menyusut tajam menyusul kebangkrutan perusahaan investasi Lehman Brothers pada pertengahan September.

Sterling Menguat Akibat Aksi Ambil Untung Namun Tren Penurunan Masih Mendominasi
Sterling menguat terhadap dolar pada hari Senin akibat aksi ambil untung setelah penurunan tajamnya minggu lalu dan kurang jelasnya kebijakan ekonomi global menjelang akhir pertemuan para pemimpin dunia. Tambahan data yang suram, tetap menjaga pandangan bahwa resesi Inggris diperkirakan akan lebih dalam dan menyakitkan. Confederation of British Industry mengatakan Inggris akan mengalami penurunan ekonomi terberatnya dalam 20 tahun terakhir di 2009 dan survei permintaan harga perumahan di Inggris akan kembali anjlok 2.9 persen di bulan November. “Sterling masih tetap rapuh,” ujar Steve Barlow, kepala riset mata uang G10 di Standard bank.

Penjualan Ritel Australia Naik 0.1%
Penjualan ritel Australia menguat di triwulan ke tiga kurang dari perkiraan ekonom, sehingga memperkuat alasan bank sentral bahwa melambatnya ekonomi akan menjamin adanya rangkaian penurunan suku bunga sejak tahun 1991. Penjualan ritel meningkat 0.1 persen dari kwartal lalu yang turun 0.2 persen. Lemahnya pertumbuhan penjualan mendukung keputusan Gubernur Reserve Bank Australia Glenn Stevens untuk memotong suku bunga sebesar 2 persen sejak awal September. Kepercayaan bisnis jatuh di Oktober ke rekor rendah dan sentimen konsumen pesimis untuk 10 bulan berturut-turut.

Nikkei Menguat Meski GDP Melemah, Tingginya Pembelian Dana Pensiun
Nikkei menguat 0.7 persen di hari Senin meskipun data menunjukan ekonomi sudah dalam resesi, akan tetapi pembelian dana pensiun berhasil mendorong penguatan. “Tidak ada berita bagus yang mendukung penguatan saat ini, tetapi dana pensiun mendominasi pembelian mayoritas pelaku pasar,” ungkap Koichi Ogawa, kepala portfolio di Daiwa SB Investment. “Secara keseluruhan, masih terdapat banyak permasalahan di luar sana yang harus diselesaikan,” katanya.

Bursa Saham Hong Kong Stabil: Foxconn Anjlok
Perusahaan penghasil ponsel Foxconn International Holdings anjlok di hari Senin oleh lesunya prospek ekonomi Amerika, pasar terbesar untuk barang Asia, namun indeks utama Hong Kong sedikit mengalami perubahan. Tumbangnya pasar telepon seluler, rendahnya skala operasional, dan peningkatan kompetisi dari pabrikan Cina dan Taiwan, berarti belum adanya alasan yang dapat mendukung saham FIH itu sendiri. Tapi, bantuan keuangan dan penurunan harga minyak dapat menjaga indeks.

0 comments:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio