javascript:void(0)

Monex Daily Update

Monex daily adalah merupakan informasi dan materi edukasi tentang Forex, Index dan Emas serta Option yang sangat berguna bagi para investor maupun calon investor yang ingin mengeksplorasi atau mengetahui tips, trik dan strategi dalam melakukan transaksi di pasar uang dan pasar modal. Di samping sebagai ajang komunikasi antar nasabah dengan trader, atau nasabah dengan nasabah atau juga trader dengan trader.
Bagi yang tertarik untuk mencoba platform/software Monex Investindo Futures (Forex & Index Asia) ataupun Monex International Investment (komoditi & Index Amerika) kami persilahkan untuk download.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kami :

Business Development
PT. Monex Investindo Futures
Bali Branch
Jl. Teuku Umar Barat 168 B Denpasar-Bali
Telp. 0361-3003 999
email : bdevelop.bali@mifx.com

Visit us at:
www.mifx.com
www.monex-fx.com
The rate and other information rendered herein by research and development PT Monex Investindo Futures has been obtained from sources we believe reliable, but we can’t represent that they are complete and accurate. We are not responsible to any offer to sell or solicitation of an offer to purchase base on the rate and information contained.

Untuk melihat daily update Kalendar Ekonomi, silahkan melihat halaman paling bawah.

News on November 3rd, 2008

RINGKASAN

1. Bernanke: pasar obligasi hipotek AS memerlukan dukungan pemerintah baik dalam bentuk jaminan ataupun program asuransi untuk menghadapi periode yang terus bergejolak.
2. ECB diperkirakan akan menurunkan suku bunganya menjadi 3.25% dari 3.75% pada pertemuan 6 November.
3. Bank of England diprediksi akan memotong suku bunga sebesar 50 basis poin minggu ini dan mungkin bisa lebih seiring ekonomi Inggris yang sedang menuju resesi.
4. Bank of Japan memangkas suku bunganya menjadi 0.30% dari 0.50 % untuk mengendalikan krisis finansial.
5. Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat.

Bernanke Menginginkan Dukungan Pemerintah Bagi Pasar Obligasi Hipotek
Pimpinan Federal Reserve Ben S. Bernanke mengatakan bahwa pasar obligasi hipotek memerlukan dukungan pemerintah baik dalam bentuk jaminan ataupun program asuransi untuk menghadapi periode yang terus bergejolak. Dia juga menginginkan agar Fannie Mae dan Freddie Mac, sumber pendanaan terbesar bagi pinjaman rumah di AS, terus mendapatkan dukungan dan pengawasan dari pemerintah meskipun kedua perusahaan tersebut akhirnya akan diubah statusnya dari milik pemerintah menjadi perusahaan swasta. ``Jaminan pemerintah terhadap obligasi yang telah diterbitkan harus dapat dilanjutkan,'' kata Bernanke pada hari Jumat di Berkeley, California. Pada kesempatan tersebut, pimpinan Fed tidak membicarakan masalah suku bunga dan perekonomian pada umumnya.

ECB Dapat Kembali Memangkas Bunganya Minggu Ini – ujar Quaden
ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunganya pada pertemuan minggu ini, ujar salah satu gubernur bank sentral eropa Guy Quaden dalam wawancaranya di hari Jumat. “Pertemuan ECB akan diadakan minggu depan dan pemangkasan suku bunga berpeluang kembali terjadi dari hasil pertemuan tersebut,” ujar Quaden pada Belgian Business Daily. Hari Senin lalu presiden ECB Jean-Claude Trichet menyatakan bank sentral dapat kembali memangkas suku bunga di pertemuan selanjutnya. Anggota dewan ECB lainnya Miguel Angel Fernandez Ordonez pada hari Kamis juga mengatakan hal yang sama, seraya menambahkan “Saya perkirakan inflasi akan turun”. Quaden tidak membayangkan ancaman depresi seperti tahun 1930-an dan percaya bank sentral telah bereaksi lebih cepat dan efektif pada saat ini. Sementara itu, survei Reuters menunjukkan bahwa ekonom memprediksikan ECB untuk menurunkan suku bunganya menjadi 3.25% dari 3.75% pada pertemuan 6 November dan mungkin mencapai 2.5% di pertengahan 2009.

BoE Akan Memotong Suku Bunga 50 Basis Poin di November
Bank of England diprediksi akan memotong suku bunga sebesar 50 basis poin minggu ini dan mungkin bisa lebih seiring ekonomi Inggris yang sedang menuju resesi, menurut survei Reuters di hari Jumat. Semua 62 ekonom dalam jajak pendapat yang diambil 28-30 Oktober, mengatakan Komite Kebijakan Moneter BoE akan memangkas bunga menjadi setidaknya 4.0% pekan ini, dengan 51 ekonom memprediksi potong 50 basis poin, 8 lainnya menurunkan 75 poin, dan 3 sisanya memprediksi pemangkasan 100 basis poin. BoE belum pernah memotong suku bunganya sebanyak setengah poin sejak mendapatkan status independesinya pada tahun 1997. Polling membentuk peluang 60% pemangkasan setengah-poin pada 6 Nov – kali pertama dalam sejarah 10-tahun dari jajak pendapat Reuters-BoE. Ada peluang 20 % dan bahkan lebih besar. "Berlanjutnya tekanan pasar kredit, dalamnya penyusutan GDP kuartal ke-3 dan turunnya resiko inflasi memberikan jalan untuk pelonggaran yang agresif," ungkap David Page, ekonom Investec, yang memperkirakan pemotongan setengah-poin.

BOJ Menurunkan Suku Bunga Menjadi 0.30%, Pemotongan Pertama Dalam 7 Tahun
Bank of Japan memangkas suku bunga untuk kali pertama dalam tujuh tahun, menurunkan-nya menjadi 0.30% dari 0.50% di hari Jumat, bergabung dengan gelombang pemotongan suku bunga dunia untuk mengendalikan krisis finansial. Keputusan dibuat dengan suara 4 banding 4, dimana Gubernur Masaaki Shirakawa menjadi suara penentu. Sebelum keputusan ini, terdapat publikasi beberapa data makro ekonomi. Inflasi Jepang melambat di bulan September dan prospek ketenaga-kerjaan yang memburuk, sehingga memberi bank sentral lebih banyak lagi peluang untuk memotong suku bunga. Pengeluaran rumah tangga jatuh selama tujuh bulan di September dan rasio pencari kerja untuk melamar merosot ke level rendah dalam empat-tahun, menurut laporan terpisah. Melambatnya inflasi mungkin disebabkan oleh melemahnya permintaan dunia yang memaksa perusahaan untuk memecat para pekerja dan memotong gaji.

Rupiah Tetap Melemah
Seiring menguatnya dolar terhadap seluruh mata uang Asia di hari Jumat, terlihat potensi USD/IDR untuk kembali ke kisaran 11.000, meski disaat yang bersamaan Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 6% di awal perdagangan. Investor asing sepertinya belum terdorong untuk kembali menempatkan dananya pada investasi berbasis rupiah, seraya memcermati hasil pertemuan Bank Sentral Indonesia (BI) minggu depan. Intervensi BI dapat diartikan bahwa pemerintah tidak menginginkan rupiah menyentuh level 12.000, namun sekali lagi support level 10.000 tampaknya masih terlalu kuat untuk dilewati saat ini. Rupiah diperkirakan masih mengalami tekanan penurunan, dan akan diperdagangkan di kisaran 10.000 hingga 11.500.

Inflasi Zona Eropa Turun ke 3.2% Pada Bulan Oktober
Inflasi zona eropa turun ke level 3.2 persen per tahun di bulan Oktober, mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga minggu ini untuk meredakan kemungkinan adanya resesi. Kenaikan indeks harga konsumen zona eropa melambat dari bulan September 3.6 persen dan mencapai puncaknya 4.0 persen di bulan Juli. Analis memperkirakan ECB akan memangkas 50 basis poin, sehingga menurunkan standar bunga pinjaman ke level 3.25 persen. ECB menginginkan inflasi berada di bawah 2 persen pada jangka menengah dan IMF percaya target tersebut akan dicapai tahun depan.

Kepercayaan Konsumen Inggris Kembali Anjlok di Bulan Oktober
Indeks kepercayaan konsumen Inggris (GfK) untuk bulan Oktober memburuk, dimana indeks anjlok ke -36 dari -32 pada bulan September. Iklim indeks pembelian juga jatuh menjadi -43, penurunan terendah sejak data dirilis tahun 1982 yang sebelumnya -32 di bulan September. Namun rumah tangga semakin pesimis dengan masa depan keuangan personal mereka hingga tahun depan. Dengan meningkatnya pengangguran dan survey KMPG/CIPD yang memperkirakan adanya pemecatan terhadap 26% pekerja di Inggris tahun depan, maka prospek perkembangan ekonomi Inggris hingga tahun berikutnya masih suram.

Komentar Shirakawa Atas Pemangkasan Suku Bunga BoJ
Gubernur bank sentral Jepang Shirakawa berkata bahwa pemangkasan suku bunga 20 basis poin belum pernah didiskusikan pada pertemuan terakhir. Sulit untuk mengomentari efek pemotongan terhadap pergerakan yen namun kebijakan ini lebih ditujukan untuk kestabilan pasar yang sebelumnya mendapatkan kritik terkait pengaruh kriris kepada Jepang sejak bulan Oktober. Perekonomian semakin memburuk bulan ini, terlihat dari tren sektor ekspor/produksi Jepang. Beliau berkata bahwa penurunan suku bunga ini ditujukan untuk mengakomodasi.

Nikkei Anjlok 5%, Mencatatkan Penurunan Bulanan Terbesar
Nikkei anjlok 5 persen di hari Jumat, mencapai penurunan bulanan terburuk sepanjang masa, terkait pelepasan saham oleh investor di menit akhir sebelum masa libur panjang di Jepang, dengan sedikit dipengaruhi oleh efek pemangkasan bunga bank sentral. Untuk bulan Oktober, Nikkei ditutup turun 24 persen, penurunan bulanan terbesar sejak 58 tahun terakhir akibat ketakutan resesi global yang mencegah keinginan investor untuk membeli asset yang beresiko. “Pemangkasan suku bunga berdampak positif bagi bursa saham, dan pasar menyambut hangat keputusan tersebut. Saya pikir pasar tidak terganggu oleh perbedaan kekurangan 5 basis poin,” ujar Hamasaki.

Bursa Saham Hong KongMengalami Penurunan Bulanan Terbesar Sejak Okt 1997
Bursa saham Hong Kong turun 2.5 persen di hari Jumat, dimana indeks mencatatkan penurunan bulanan yang terburuk sejak kejatuhan saham di bulan Oktober 1997 terkait bertambahnya kekhawatiran seputar perekonomian global dan rendahnya pendapatan perusahaan selama tiga hari terakhir. Namun properti seperti China Overseas tetap menguat setelah bank sentral Cina menurunkan bunga pinjamannya hari Rabu. “Saya mempercayai rebound belum berakhir karena suku bunga akan kembali dipangkas oleh bank sentral global minggu depan,” ujar Andrew To, direktur penjualan di Tai Fook Securities. Dia juga mengharapkan indeks Hang Seng dapat menyentuh level 15,000 dalam dua minggu ke depan.

0 comments:

 
blog template by suckmylolly.com : header image by Vlad Studio